Berawal dari wartawati, bukan salah dia krn memang pekerjaannya, tapi pertanyaannya mewakili pertanyaan banyak orang
“Gmn pendapat mas tentang kualitas anak muda sekarang? Kan kerjanya tawuran mulu tuh..”
Saya jawab,
“Kualitas anak muda Indonesia JUSTRU lagi hebat hebatnya dan saya bisa jelaskan kenapa. Dari saya SD, tawuran sudah ada. Tapi tau nggak apa yg tidak ada jaman saya SD dan sekarang ada di mana mana di Indonesia? Pemuda Indonesia juara dunia olimpiade robotik, pemuda Indonesia juara olimpiade fisika, juara olimpiade kimia, pemuda Indonesia diundang tur hiphop keliling Amerika termasuk mekkahnya hiphop, NewYork. Pemuda Indonesia juara dunia paduan suara, pemuda Indonesia mendirikan gerakan sosial yg terpadu di lebih dari 20 kota Indonesia.. Mereka tdk pernah didengar rakyat Indonesia karena hampir semua media memberitakan keburukan pemuda Indonesia. Untuk setiap 300 pelajar yg sedang tawuran di jalanan ada 30.000 pelajar lagi belajar, menggali potensi, berpikir dan berkarya. Media tdk pernah bertemu mereka karena mereka ada di dalam lingkungan sekolah, media tdk pernah beritakan mereka karena pelajar sedang belajar tdk menarik dibandingkan pelajar yg sedang membacok. Setiap kali saya ketemu orang yg bilang pemuda Indonesia kualitasnya sedang buruk, saya yakin dia harus mengganti bacaan dan tontonannya”
“Kualitas anak muda Indonesia JUSTRU lagi hebat hebatnya dan saya bisa jelaskan kenapa. Dari saya SD, tawuran sudah ada. Tapi tau nggak apa yg tidak ada jaman saya SD dan sekarang ada di mana mana di Indonesia? Pemuda Indonesia juara dunia olimpiade robotik, pemuda Indonesia juara olimpiade fisika, juara olimpiade kimia, pemuda Indonesia diundang tur hiphop keliling Amerika termasuk mekkahnya hiphop, NewYork. Pemuda Indonesia juara dunia paduan suara, pemuda Indonesia mendirikan gerakan sosial yg terpadu di lebih dari 20 kota Indonesia.. Mereka tdk pernah didengar rakyat Indonesia karena hampir semua media memberitakan keburukan pemuda Indonesia. Untuk setiap 300 pelajar yg sedang tawuran di jalanan ada 30.000 pelajar lagi belajar, menggali potensi, berpikir dan berkarya. Media tdk pernah bertemu mereka karena mereka ada di dalam lingkungan sekolah, media tdk pernah beritakan mereka karena pelajar sedang belajar tdk menarik dibandingkan pelajar yg sedang membacok. Setiap kali saya ketemu orang yg bilang pemuda Indonesia kualitasnya sedang buruk, saya yakin dia harus mengganti bacaan dan tontonannya”



